Wednesday, November 20, 2013

I love you, my better half

Last night I woke up to find that today, 20 November 2013 is our 3rd year since we were together. 

Neither cute, extravagant nor sweet nothings to celebrate it. Just want to say: thank you for always being there for me, for trying again and again, for accepting my bad self, my crumple side, my moody persona, as well as my past.

I wished and hoped and prayed that you are indeed my match made in heaven, and will be together again when we're back in heaven.

Aamiin.

I love you, my (inshaAllah) better half.


Monday, September 2, 2013

Test Pack

As of tomorrow, I'll be happily married for 7 months. Kalo dari hitungannya Daisypath sih udah lebih 2 hari malah. 7 bulan lalu kami mengikat janji (semoga sampai akhirat nanti selalu bersama). Dan, sudah 7 bulan juga pembalut masih sering dipakai. :)

1, 2, 3 bulan terlewat, oke lah santai.. walaupun pertanyaan-pertanyaan yg ngeganggu mulai berdatangan. Saya sih berharap, pertanyaan itu juga disisipi doa betulan, bukan cuma manis di lidah. Sampai saya berani pindah ke kantor yg baru ini karena rahim saya belum juga diisi Makhluk Suci dr Tuhan.

Sebenernya saya gak sendiri di kelompok istri2 galau ini. Di lingkaran terkecil saya pun, ada yg sudah menikah sekian tahun belum dikaruniai keturunan.  Tapi... saya cuma manusia yg sering banget iri (sekaligus senang juga sih) kalau lihat ada teman yg mengabarkan berita bahagia.

Dulu di bulan pertama, saya pernah telat 1 minggu. Kami sampai bela-belain beli test pack yg harganya lumayan padahal cuma buat dikencingin aja :P. Eh, ternyata hari Sabtu pagi saya mau ngecek, tamu bulanan itu beraninya datang.

Ini bulan ke-tujuh, saya sudah sering mikir negatif dan mengutuk para remaja kebablasan yang tega-teganya membunuh bayinya sendiri. Saya tau mereka malu, tapi mereka belum ada di posisi saya dan jutaan istri yg sedang harap-harap cemas kapan rahimnya bisa diberi karunia oleh Tuhan.

Suami saya sih nggak ada menuntut supaya kami cepat diberi momongan, tapi saya tau, dia juga menunggu. Menunggu-nunggu juniornya bisa hadir menemani kami berdua.

Tadi, saya habis curhat sama sahabat saya yg (juga) sedang menunggu-nunggu si junior. Dia bilang:
 Saya berharap, kami diberi kesabaran Nabi Zakaria AS, sambil tetap berdoa sebagaimana beliau AS:
Surat al-Anbiya’ [21] : “Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya:
رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ                                   
“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik”



Jika Kau mengizinkan, kami mohon, karuniai kami keturunan yang sehat, cerdas, serta berakhlak mulia. Aamiin..

Friday, April 5, 2013

Inspirational Interior Design Blog

Setelah jadi istri, saya lagi seneng-senengnya browsing soal rumah-rumah (murah) di daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Jangan bayangin Menteng, Tebet dan sebagainya yah. Kisaran dompet kami dengan bantuan KPR bank cuma mampu di bawah M-M-an itu. Tapi semoga nantinya Allah SWT ikutan setuju rumah-rumah besar di daerah strategis itu ada yang buat kami. Aamiin.. *berdoa kenceng dalam hati*

Nah, baru hari ini saya menemukan sebuah blog tentang interior design. Dan yang paling hebatnya, si penulis blog ini juga punya DIY section yang bisa dibuat dengan bahan-bahan yang cukup murah. Link blog ini juga saya masukkan ke dalam daftar A Fave Link.

Here goes the link:

ADDICTED2DECORATING 


Selamat mencobaa!! /(^-^)/sugoi!!

contoh buatannya (made out of plastic spoons!):

Monday, April 1, 2013

My New Muse: Tere Liye



Sebenarnya, saya sudah sering menemukan novel-novelnya di rak-rak toko buku. Membaca nama pengarangnya, saya sedemikian lama terkecoh. Saya kira, dia hanya, i don't know, penulis roman picisan gak jelas yang isinya lagi-lagi masalah percintaan. Tapi, tadi pagi-pagi buta, benar-benar kebetulan. Saya menemukan novelnya yang diterbitkan tahun lalu berjudul Negeri Para Bedebah dari dalam tas kerja suami saya. Saya pikir, "ah, gak ada salahnya baca-baca bait pertama". Itu jam 1 pagi tadi seingat saya.

Gegara bait pertama itulah, akhirnya saya belum bisa melepaskan novel ini dari genggaman saya. Sungguh menarik perhatian. Tidak, saya tidak akan meresensi isi novel ini. Saya bukan seorang peresensi yang baik. Spoiler person, barulah saya jago.

Saya ini termasuk orang yang jaranggg sekali dibikin penasaran. Tetapi, membaca bait pertama novel Negeri Para Bedebah ini, saya kembali menemukan muse saya dari dunia penulisan: Darwis Tere Liye.

Sekarang, saya tidak sabar untuk membeli novel-novel hasil karyanya yang lain.

Cheers!

Monday, February 18, 2013

The Recap of My Wedding Day

Feb 3rd has been a wonderful day of my life. The most memorable event, and a blessed day also. Dengan beberapa bulan persiapan dari lamaran sampe walimah (kira-kira 6 bulan-an) ternyata pas acara: "OHHH resepsi tuh gitu doang" :)))

Dari awal, si owner Alief house, Ima, udah ingetin saya: "mbak, nikah itu, ya gitu doang". Waktu itu, saya sih kurper lah sama omongan dia (dan beberapa teman lainnya). Tapi setelah dialami sendiri: "Eh iya ding, emang begitu doang"

Berbulan-bulan persiapan yang penuh air mata dan sutris itu (asli..saya ternyata jadi bridezilla juga), dibalas dengan 2 jam resepsi + kurang dari 1 jam akad + prosesi dandan selama kurleb 2 jam. Tapi ya udah, gitu aja. Saya jadi sirik sama gaya pernikahan yang ada mingle-nya. Pernikahan yang penuh pesan sponsor dari orang tua (meskipun biaya sendiri ya..) jadi berasa kurang 'private and intimate". Di pikiran saya dulu, saya pengen bisa banyak ngobrol sama keluarga, teman-teman, juga sahabat. Tapi, memang kenyataan ga seindah dongeng.

Udah ah, sekian dulu curhatnya. Sekarang waktunya review catering Alief House (catering all-in one).

Venue: Gedung Kemen. Perindustrian, Gatot Subroto.
Hari : Minggu, 3 Februari 2013
Waktu: 11-1 siang.

Paket catering: 800 pax (untuk detail paket please see : Alief house)

biaya gedung dalam dan ekstensi lobby luar : Rp3.5juta+800ribu (termasuk karpet merah)
biaya akad di mesjid : Rp500ribu (excl. infak)
biaya tambahan charge listrik krn suami masang photobooth: Rp500ribu
biaya kebersihan, keamanan, operator listrik: kira-kira Rp200ribu.

Karena mau Review Catering, rasanya gak afdol kalo gak bahas makanannya duluan. Overall, menurut adik/teman/saudara:

1. Chicken cordon bleu: enak.
2. Zuppa soup : enak, keju terasa.
3. Pempek : ikan tenggirinya terasa, kuahnya maknyus.
4. Siomay: biasa aja, tapi nggak anyep.
5. Pasta white sauce: menurut nyokap, terlalu matang, tapi rasanya tetap enak.
6. Sate ayam: enak, bumbu berasa.
7. Kambing guling : rasanya enak, dan yang penting gak bau prengus a la bingkam.
8. D'crepes: enak, topping-nya macam-macam.
9. Soft ice cream: milky ice cream a la Mc*onald. Bisa dibayangin kan rasanya? :D

Itu baru gubukan. Untuk buffet, Alhamdulillah semuanya gak ada yg komplain. Uenak-uenak. Dari paketan 800 orang, saya tambah lagi dengan menu Ayam Lada Hitam sebanyak 100 porsi aja(pasti cepat habis :P)

Make up:
Saya pesan make up artist Welni Oktavia (freelancer) yang juga kerjasama dengan sanggar Emil Mirza (dan free of charge karena dia udah masuk ke paketan salon). Yippie!!
Waktu konfirmasi akhir, saya bilangnya kalo bisa dia datang jam 5 (dan bener aja dia datang paling pagi dan masih menemukan orang dekor pada tiduran di pelaminan) dan harus nunggu mantennya telat setengah jam (asli, saya jadi malu bangettt). Banyak yang bilang saya manglingin. Ya iya atuh ya.. saya didempul kira-kira 7 lapis (ngalahin KD kayaknya) dan bulmat palsu 4 lapis.. dan hebatnya, wajah saya tidak terlihat menor. Buat barbuk, bisa diliat:
 
ini foto before ya.. muka kepedesan habis makan nasi Bu Andika di Kuta dengan kulit eksotis kelas berat:

after (arah mata si laki gak sinkron >_<):

kebaya by Emil Mirza:

Dekorasi pelaminan dari dekat (plus fam):


Dekorasi pelaminan dari jauh (photo taken by Fatimah Alief):


 
I felt so blessed to have ever found Alief house (thanks to forum weddingku yang ngebantu banget). Bener-bener helpful dan tangkas mulai dari urusan foto pre-wedding indoor yang baru saya bikin H-3, ngebawain makanan ke dalam ruang rias manten (kata nyokap, jarang-jarang owner yang care begini), selain itu, karena umurnya beti dengan saya, jadi berasa ngobrol n diskusi dengan teman sendiri. Mereka juga mau nganterin uang infak ke gedung (padahal sebelumnya baru dari gedung untuk bayar pelunasan). Lain dari itu, misalkan ada tambahan charge listrik ataupun tambahan make up, kami nggak merasa dikejar-kejar. Tanyanya pun dengan baik-baik. What a service with heart, I can say.
 
Untuk calon manten di luar sana, jika punya keterbatasan biaya tetapi ingin menyajikan pesta yang meriah, jangan malu-malu(in) buat ngontak Alief House. Ada Fb-nya juga untuk interaksi langsung: Alief Fb. Atau telpon di: 081389700573, 085745677227, 02192620843.
 
 
cuma ada sedikit catatan:
organ tunggalnya kenapa beres sebelum jam 1 siang ya? :))) *atau saya yg gak perhatiin? :P
 
dan, karena misscomm dengan keluarga, lagu iringan pengantinnya kayak ngajak perang, walaupun liriknya pas. :D
 
all in all, nilai untuk penyelenggara acaraku si Alief House: 8.5 out of 10. /^_^)/ yippieee!!!